^ Back to Top
facebook

Berita Terkini

1. Kls IX Dimohon hadir ke sekolah Hari : Rabu, 18 Juni 2014 Pukul 07.30 s.d 08.30 untuk mengambil undangan Sosialisasi PPDB  dan Buku Tahunan Sekolah

2. Sosialisasi PPDB SMA/SMK kepada orang tua siswa dilaksanakan pada Hari : Kamis, 19 Juni 2014 Pukul 08.00 s.d 09.30

3. Bagi siswa yang masih memiliki tunggakan administrasi, dimohon segera " MELUNASI "

 

 

"SELAMAT YA ATAS KELULUSAN UN 2014, SUKSES UNTUK SISWA/I KELAS IX 2014" 

 

 

Halaman Depan

Menjaga Hubungan Baik Mengantar Kita Kepada Kesempurnaan Kehidupan.

Terkadang kita tidak menyadari bahwa musibah yang terjadi pada kehidupan di bumi ini adalah konsekwensi dari kelalaian kita sendiri dalam bersikap. Krisis dalam berbagai bidang dan bencana alam seolah setia melanda kehidupan, bahkan saat ini kita merasakan semakin kerap terjadi. Bukan itu saja, bahkan juga moralitas manusia semakin menunjukan keprihatinan, dimana hal ini ditunjukkan dengan maraknya perampokan, pembunuhan, korupsi dan lain sebagainya.

Sementara dalam kehidupan social, tingkat kesenjangan semakin tinggi, banyak orang kaya yang tidak memperdulikan orang miskin, juga sebaliknya banyak orang miskin yang tidak menyadari keberadaannya. Dalam hal ini ada yang berpendapat bahwa penyebab semua itu adalah karena jasmani terlalu kenyang, sedang rohani terlalu lapar. Ada juga yang mengatakan karena kesalahan pemahaman konsepsi tentang Tuhan dan Kebenaran serta banyak lagi pendapat-pendapat lainnya.

Mari kita memandang lebih jauh kepada kehidupan manusia dengan segala konstelasinya, maka sudah pasti di dalamnya tidak terlepas dari adanya peranan Allah yang menciptakan manusia beserta sumber kehidupannya (alam). Allah menempatkan manusia di bumi yang subur dengan segala sumber kehidupan dan penghidupan tentunya tidak begitu saja membebaskannya untuk semena-mena berbuat semaunya, akan tetapi disertai oleh batasan-batasan tertentu dengan segala konsekwensinya. Allah telah menggariskan peraturan kepada manusia dalam bersikap dan berbuat. Kewajiban kepada Allah, keharusan berbuat baik terhadap sesama serta keharusan memperlakukan alam dengan baik semuanya tersurat dalam Al-Qur’anu dan merupakan pedoman manusia dengan segala ketentuannya untuk menjalani kehidupan di alam dunia. Sudah barang tentu apabila pedoman tersebut dijalankan manusia dengan baik, maka kebahagiaanlah yang akan dirasakan.

Jadi pada dasarnya untuk mewujudkan kondisi kehidupan yang sempurna, seyogyanya manusia mampu menjaga dan menyatukan keseimbangan sikap dan perbuatan yakni senantiasa berhubungan baik dengan Allah, berhubungan baik dengan sesama dan berhubungan baik dengan Alam. Tentang kewajiban terhadap Allah dan terhadap sesama manusia dijelaskan dalam Al-Qur’an, surah An-Nisa (QS 4:36) :

“ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-NYA dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah dengan kedua ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnus sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

Allah akan menimpakan kehinaan kepada orang-orang yang tidak pandai menjaga hubungan baik dengan Allah dan dengan sesama, sebagaimana firman-NYA dalam surah Ali Imran (QS 3:112) :

“Ditimpakan atas mereka kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali kalau mereka berhubungan baik dengan Allah dan berhubungan baik dengan manusia.”

Begitu juga dengan alam. Allah menciptakannya serta seisinya untuk keperluan hidup manusia. Allah menumbuhkan berbagai tanaman serta berbagai binatang baik di daratan maupun di lautan sebagai sumber kehidupan manusia. Bahkan Allah juga memelihara keseimbangan alam untuk keutuhan dan kesempurnaan kehidupan manusia.

“ Tidaklah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk kepentinganmu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatnya lahir dan batin.” (Luqman ( QS 31:20)

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar…” (Al-Hijr / QS 15:85)

“ dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya.......

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan dari padanya daging yang segar (ikan).......... (Al-Nahl /QS 16:13-14)

Seperti yang kita alami dan rasakan, banjir dan bencana-bencana alam lainnya tidak terkendalikan. Itulah barangkali azab dari Allah ketika manusia merusak keseimbangan alam. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah AR-Rum (QS 30:41) :

”Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, yang akhirnya Allah rasakan kepada mereka (siksaan) sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dengan demikian saatnya kesadaran kita dibuka lebar-lebar, karena sesungguhnya Allah menghendaki agar manusia senantiasa menapak pada kehidupan yang telah jelas digariskan oleh-NYA. Menjaga hubungan baik dengan Allah diwujudkan dengan senantiasa mendekatkan diri kepada-NYA, bersungguh-sungguh menjalankan perintah-NYA dan menjauhi apa yang dilarang-NYA. Menjaga hubungan baik dengan sesama manusia diwujudkan dengan saling menghargai, saling berbagi rasa dan menjauhkan dari penyakit hati. Begitu juga terhadap alam semesta, tidaklah seharusnya kita berlebihan dalam menggali sumber kehidupan dengan harus merusaknya. Sebenar-benarnya Allah telah menciptakan segala sesuatunya untuk keperluan manusia dengan keseimbangan yang begitu sempurna. (Oleh : Zamid al-Zihar/ant)