^ Back to Top
facebook

Berita Terkini

1. PTS semester ganjil : 23 - 27 September 2019

2. Persiapan pembagian Raport Tengah Semester 1 dibulan Oktober 2019 ( waktu blm fix ditunggu saja )

3. Pelaksanaan simulasi - 1 UNBK 2019 , tanggal 4-7 November 2019 ( CBT ) satu sesi

4. Pelaksanaan LDKPD dari Yayasan untuk kelas VII, tanggal : 10 - 11 Oktober 2019 di Halim Perdanakusuma

Info Akademik

SELAMAT DATANG DI SEMESTER GENAP : 7 JANUARI 2019

Pengumuman UNBK 2018 / 2019

Masukkan NO PESERTA
: CONTOH: 5607000

Literasi 1

Menghargai dan menghayati perilakujujur, disiplin,tanggungjawab,peduli (toleransi,gotong royong), santun, percaya diri,dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauanpergaulan dan keberadaannya.

Kegiatan LDKS

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS)

Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) merupakan program pengembangan diri siswa. LDKS bertujuan untuk mengembangkan potensi atau bakat kepemimpinan pada diri siswa yang meliputi : sikap, disiplin, mandiri, pemberani, tegas, jujur, toleransi serta kerja sama antar siswa. Kepemimpinan sebagai salah satu fungsi manajemen yang merupakan suatu kiat atau kewibawaan yang mampu menggerakan orang lain, baik secara perseorangan maupun kelompok di dalam suatu organisasi, sehingga dapat menimbulkan keimanan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan.Dalam rangka pembinaan organisasi muda, khususnya pelajar, perlu dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Generasi muda yang berpotensi cemerlang dan mempunyai moral yang baik adalah modal pembangunan nasional seutuhnya.Untuk itu, generasi muda perlu menguasai IPTEK, keimanan, dan ketaqwaan demi mewujudkan tujuan pembangunan nasional yang nyata disegala bidang.

Target kegiatan LDKS adalah

  • 50% Peserta LDKS dapat berperan sebagai contoh siswa lainnya di lingkungan sekolah.
  • Peserta LDKS dapat mengalami proses perubahan perilaku, yaitu : bertanggung jawab, sadar diri, kerjasama, menghargai sesama dan di harapkan tidak mudah menyerah.

Bentuk kegiatan LDKS meliput :

  • Teori kepemimpinan
  • Pembinaan mental
  • Pembinaan rohani
  • Pembinaan jamani
  • Outbond

Kegiatan Volly

SEJARAH PERKEMBANGAN VOLLY

Volly merupakan salah satu olahraga yang banyak dimainkan. Permainan yang diciptakan oleh William C. Morgan ini tidak memerlukan banyak aturan dan perangkat pendukung. Cukup sebuah bola, net pembatas dan tentu, ruangan yang cukup lapang. Ukuran yang dibutuhkan untuk memenuhi standar lapangan permainan volly adalah 9 x 18 m. Lapangan tersebut dibagi dua bagian yang dibatasi oleh net. Dan pada setiap bagian tersebut, dibagi lagi menjadi dua bagian. Bagian tersebut disebut wilayah serang dan wilayah bertahan. Permainan volly tidak membutuhkan jumlah pemain sebanyak permainan sepakbola. Cukup 6 orang pemain di setiap timnya. Dan aturan yang digunakan dalam permainan ini sudah mengalami beberapa perombakan sejak pertama kali ditemukan.

Peraihan Poin Pada Pertandingan Volley

Jika dahulu poin permainan diakhiri pada angka 15, saat ini game ditentukan jika salah satu tim sudah meraih poin 25. Perolehan poin pun kini menggunakan sistem rally point, yaitu setiap kesalahan atau bola mati berarti angka akan bertambah. Berbeda dari jaman dulu yang menggunakan sistem perpindahan bola. Sehingga poin hanya bisa didapat bagi tim yang sedang memegang servis saja. Demikian pula aturan penggunaan anggota badan. Jika pada awalnya permainan ini hanya mengiijinkan penggunaan tangan sebagai bagian tubuh yang aktif, kini aturan sudah diubah. Semua anggota badan diperkenankan untuk bergerak aktif memukul bola. Baik itu kepala, badan atau juga kaki.

Libero

Pada permainan volly terbaru juga dikenal adanya sebuah istilah libero. Sebelumnya istilah ini hanya dikenal dalam permainan sepakbola. Fungsi dari libero antara volly dan sepakbola pun nyaris sama. Yaitu sama-sama berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk menerima bola serangan dari lawan. Libero dalam permainan volly akan mudah dikenali. Hal ini karena kostum yang dikenakan haruslah berbeda dari kostum rekan setimnya. Selain itu, posisi seorang libero tidak pernah berada di garis serang. Libero selalu berada di belakang garis serang dan tidak boleh melakukan smash meskipun dari garis belakang. Jika dalam pertukaran posisi seorang libero harus berpindah ke depan, maka libero akan keluar arena permainan dan digantikan seorang pemain. Proses pergantian ini tidak memerlukan waktu khusus sebagaimana pergantian antara pemain non libero dengan pemain cadangan. Setelah pemain pada posisi 1 yang melakukan servis selesai, ketika bola mati masuklah libero menggantikan posisi pemain yang ada di posisi 1. Kecuali, yang berada di posisi 1 adalah pemain yang memiliki peran sebagai tosser, maka libero akan menunggu pemain berikutnya untuk masuk ke lapangan.

Kegiatan Rohis

KEROHANIAN Islam atau lebih sering disebut Rohis umumnya merupakan organisasi yang berada di bawah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), terutama di tingkat SMA. Rohis yang bergerak di bidang kerohanian Islam ini dibentuk untuk meningkatkan sikap religius bagi para siswa. Masalahnya, seberapa besar pengaruh Rohis dalam eningkatkan sikap regilius bagi para siswa? Jawabnya adalah ‘sangat besar’. Karena melalui Rohis inilah seluruh siswa memiliki kesempatan yang cukup besar untuk mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan. Sebut saja, Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT). Dalam kegiatan satu malam ini setiap siswa mendapati suasana religius yang jarang didapatinya di rumah. Sepanjang malam seluruh siswa berkesempatan untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah. Bisa berupa sholat Isya berjamaah, sholat tahajjud, dan tadarus Al-Qur’an. Kegiatan ini secara langsung dapat membantu pembiasaan memanfaatkan waktu malam untuk ibadah.

Saat ini, kualitas kegiatan Rohis telah berkembang dari peningkatan sikap religius menuju peningkatan pemahaman akan ajaran Islam. Kajian rutin setiap bulannya telah diprogramkan untuk kajian hadis, fiqih, aqidah, akhlak, dan tarikh. Bukan hanya itu, sering pula menggelar kajian khusus untuk membahas problematika remaja dengan cara pandang Islam. Hal ini bisa jadi merupakan pengalaman baru bagi banyak siswa, dan ilmu agama menjadi keuntungan yang tak kalah penting dibanding berbagai ilmu yang diperoleh di kelas. Lebih jauh lagi, Rohis merupakan wadah penyalur kompetisi dan kreativitas diri. Tidak selamanya kurikulum sekolah bisa menyalurkan bakat yang dimiliki para remaja. Semisal membaca Al-Qur’an, pengetahuan Islam, dan dakwah. Sekolah memiliki keterbatasan dalam menyalurkan bakat para siswanya. Kegiatan-kegiatan tersebut secara otomatis dapat membentuk sikap religius bagi siswa yang terlibat. Mengingat manfaat Rohis yang cukup besar, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kinerja Rohis dapat dilakukan secara menyeluruh. Pertama, perlunya perhatian khusus dari para pengurus Rohis agar mampu mengembangkan program-program kegiatannya. Kedua, sekolah perlu memberikan ruang gerak yang luas kepada Rohis agar dapat merealisasikan programnya, misalnya dengan memberikan dukungan fasilitas, dana, dan waktu. Terakhir, dukungan dari orang tua kepada putra-putrinya untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi dengan memberikan kepercayaan bahwa berorganisasi di Rohis akan membentuk sikap yang baik dan bermanfaat.

Subcategories

  • Extensions

    The Joomla! content management system lets you create webpages of various types using extensions. There are 5 basic types of extensions: components, modules, templates, languages, and plugins. Your website includes the extensions you need to create a basic website in English, but thousands of additional extensions of all types are available. The Joomla! Extensions Directory is the largest directory of Joomla extensions.

Contribute!