^ Back to Top
facebook

Berita Terkini

PROSEDUR PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU 2017/2018

KETENTUAN PPDB 2017/2018


1. Libur semester Genap dan Idhul Fitri 2017, Mulai Tgl : 19 Juni 2017 - 08 Juli 2017, Tahun Pelajaran Baru mulai Tgl : 10 Juli 2017

2. SMP ANGKASA Membuka Penerimaan Siswa Baru Gelombang Ke -  III, Mulai tanggal 3 - 15 Juli 2017 

3. Para Calon Peserta Didik Baru SMP Angkasa Baik Gel - 1 maupun Gel - 2, serta Gel - 3 yang dalam berjalan, Dimohon Kehadirannya Di SMP Angkasa, Sabtu, 8 Juli 2017 Pukul : 08.00 - selesai, Guna pengarahan MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah / MOS )


" Selamat Semua Para Siswa/i SMP Angkasa Atas Keberhasilanmu Dalam UNBK Tahun ini, Kami pihak Sekolah Mengucapkan Terima Kasih Seluruh Pihak Terutama Para Orang Tua Murid Kelas IX Yang Telah Berpartipasi Dalam Pelaksanaan UNBK Tahun Ini "

 " Segenap Keluarga Besar SMP Angkasa Mengucapkan Minal 'Aidin Wal Fa'idzin Mohon Maaf Lahir Batin "

 

 

Kegiatan Gamelan

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.

Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.[rujukan?]

Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.

Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu sléndro, pélog, "Degung" (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan "madenda" (juga dikenal sebagai diatonis, sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.

Musik Gamelan merupakan gabungan pengaruh seni luar negeri yang beraneka ragam. Kaitan not nada dari Cina, instrumen musik dari Asia Tenggara, drum band dan gerakkan musik dari India, bowed string dari daerah Timur Tengah, bahkan style militer Eropa yang kita dengar pada musik tradisional Jawa dan Bali sekarang ini.

Interaksi komponen yang sarat dengan melodi, irama dan warna suara mempertahankan kejayaan musik orkes gamelan Bali. Pilar-pilar musik ini menyatukan berbagai karakter komunitas pedesaan Bali yang menjadi tatanan musik khas yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Contribute!