^ Back to Top
facebook

Berita Terkini

PROSEDUR PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU 2017/2018

KETENTUAN PPDB 2017/2018


1. Libur semester Genap dan Idhul Fitri 2017, Mulai Tgl : 19 Juni 2017 - 08 Juli 2017, Tahun Pelajaran Baru mulai Tgl : 10 Juli 2017

2. SMP ANGKASA Membuka Penerimaan Siswa Baru Gelombang Ke -  III, Mulai tanggal 3 - 15 Juli 2017 

3. Para Calon Peserta Didik Baru SMP Angkasa Baik Gel - 1 maupun Gel - 2, serta Gel - 3 yang dalam berjalan, Dimohon Kehadirannya Di SMP Angkasa, Sabtu, 8 Juli 2017 Pukul : 08.00 - selesai, Guna pengarahan MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah / MOS )


" Selamat Semua Para Siswa/i SMP Angkasa Atas Keberhasilanmu Dalam UNBK Tahun ini, Kami pihak Sekolah Mengucapkan Terima Kasih Seluruh Pihak Terutama Para Orang Tua Murid Kelas IX Yang Telah Berpartipasi Dalam Pelaksanaan UNBK Tahun Ini "

 " Segenap Keluarga Besar SMP Angkasa Mengucapkan Minal 'Aidin Wal Fa'idzin Mohon Maaf Lahir Batin "

 

 

Kegiatan Pencak Silat

Kalau kita berbicara tentang pencak silat kepada masyarakat umum maka yang tergambardalam benak mereka adalah “sebuah olah raga yang dipertandingkan” yang tidak ubahnya dengan tinju (saling pukul), gulat (saling membanting dan bergumul), atau karate (kombinasi memukul, menendang, membanting, menghindar, dan menangkis serangan)dan jenis bela diri lainnya. Dengan kata lain adalah : “tidak ada sesuatu yang khas yang bisa dibanggakan kecuali pada perbedaan warna kostum yang dipakai para atlit pencak silat. Kalaupun ada yang sedikit tahu tentang pencak silat selain olah raga yang dipertandingkan, tidak ada yang patut dibanggakan kecuali kesan negatif bahwa “silat itu magic”, “silat itu kampungan”, “silat itu bela diri nya para centeng dan preman pasar”. Tidak aneh kalau banyak orang tua yang melarang anak mereka belajar pencak silat karena mereka khawatir anaknya hanya akan terlibat tawuran.

Pandangan dan pemahaman yang demikian tidaklah sepenuhnya keliru (walaupun tentu tidak benar juga), dan tidak dapat disalahkan karena memang sangat minimnya informasi dan sosialisasi tentang pencak silat ke masyarakat umum. Mari kita ikuti pembahasan selanjutnya. Pencak Silat, ada pendapat yang menafsirkan dengan memisahkan arti dari kedua kata namun ada pula yang menganggap kedua kata tersebut sebagai bentuk dari penyatuan kata. Pendapat pertama yang memisahkan artian kata berpendapat bahwa Pencak adalah bentuk permainan (keahlian) untuk mempertahankan diri dengan menangkis, mengelak dan sebagainya. Sementara silat adalah kepandaian berkelahi, seni bela diri yang berasal dari Indonesia dengan ketangkasan membela diri dan menyerang untuk pertandingan atau perkelahian (KBBI, Pusat Bahasa 2008) Namun kesemuanya itu memiliki kesamaan subtansi di dalam hal pengertian.

Tokoh tokoh pendiri IPSI menyepakati pengertian pencak silat dengan tidak lagi membedakan pengertian antara pencak dan silat karena memiliki pengertian yang sama. Kata pencak silat adalah istilah resmi yang digunakan Indonesia untuk bela diri rumpun Melayu ini, sementara negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam lebih memilih kata silat.(iwan setiawan, dalam suatu seminar pencak silat di Universitas Indonesia, 2009).

PENCAK SILAT adalah istilah baku yang digunakan untuk menyebut sebuah seni bela diri khas Indonesia. Seni bela diri sendiri mengandung dua makna : seni dan pembelaan diri. Seni merujuk pada keindahan tata gerak, pola langkah, serang-bela, bahkan seni dalam pencak silat lebih khusus diartikan sebagai seni pertunjukan ibing pencak silat, dimana keindahan gerak dan langkah dipadu dengan iringan musik gendang pencak (nayaga). Seni bisa juga diartikan sebagai teknik; teknik menyerang, teknik menghindar, menangkis, memukul, dan sebagainya. Di sinilah letak perbedaan seorang ahli pencak silat dengan orang awam pada saat berkelahi di mana seorang yang menguasai pencak silat akan menghadap lawan dengan gerakan yang terpola dan terukur.

Contribute!